+6281-803-700274 +6285-339-331991 supardani@guidelombok.com Booking Now
lombok-map

Lombok secara geografis terletak di Indonesia bagian tenggara yang tergabung dalam himpunan pulau-pulau Sunda kecil bagian barat sebelah timur pulau Bali dan sebelah barat pulau Sumbawa yang masuk dalam wilayah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini, Lombok memiliki luas daratan 5.435 km/segi dengan jumlah populasi penduduk 3,167 juta jiwa berdasarkan sensus tahun 2010 dengan mayoritas penduduk beragama islam.

Pada zaman Indonesia baru merdeka Sunda kecil merupakan salah satu provinsi RI yang meliputi pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Timor, Rote, Sawu dan Sumba yang beribukota di Singaraja (Bali) dari semua pulau yang tersebut mempunyai tipikal daratan yang berbeda-beda khususnya pulau Lombok dan Bali sangat mirip secara geografis yaitu beriklim tropis yang cukup banyak curah hujan pada lereng-lereng hutan gunung Agung (di Bali) demikian pula pada hutan lereng gunung Rinjani (di Lombok) namun disisi lain sepertihalnya pesisir pantai utara pulau Lombok dan Pulau Bali suhu udara sangat panas dan cukup menyengat dikala matahari terik.

Sebagian besar pantai di pulau Lombok sangat indah terutama Lombok bagian selatan, pantai Sekotong, pantai Belongas, pantai Silong belanak, pantai Mawi, pantai Semeti, pantai Mawun, pantai Kuta, pantai Seger, pantai Tanjung Aan, Pantai Batu Payung, pantai Gerupuk, Pantai Ekas, pantai Kaliantan, pantai Surga, pantai Tangsi, pantai tanjung Beloam, pantai Tanjung Ringgit dan pantai bagian barat yang meliputi pantai Cemara, pantai Induk, pantai Kuranji, pantai Ampenan, pantai Batu layar, pantai Batu bolong, pantai Senggigi, pantai Mangsit, pantai Klui, pantai Malimbu, pantai Nipah, pantai Pandanan, pantai Malaka, pantai Teluk Kombal, pantai Teluk Nara, Teluk Kodek dan Pantai Sira. Bagian Utara terdapat Pantai Kayangan, Pantai Labuhan Carik, Pantai Obel-obel, Pantai Belanting dan pantai Sambelia.

Lombok terbagi menjadi 4 kabupaten dan satu kota madia Yaitu ; kabupaten yang terlebih dulu ada yaitu Kabupaten Lombok Barat yang beribukota di Gerung, kemudian Kabupaten Lombok Tengah yang beribukota di Praya dan kabupaten Lombok Timur yang beribukota di Selong secara administratif ketiga kabupaten ini sudah mandiri karena sudah terbentuk 30 tahunan lebih dulu, kemudian setelah ada pemekaran wilayah terbentuklah kabupaten baru yaitu Kabupaten Lombok Utara atau lebih populer disebut KLU yang baru baru terbentuk sekitar 5 tahun ini Kota madyanya yaitu Mataram berdasarkan sensus tahun 2010 sejumlah 402,843 jiwa dan merupakan ibu kota dari provinsi Nusa tenggara Barat (NTB) yang meliputi pulau Lombok dan Sumbawa.

peraje

Peraja Lombok

cidomo

Cidomo

bebaleq-dese

Bebaleq Dese

Orang Lombok merupakan suku sasak yang didevinisikan menurut versi yang berbeda beda mengenai asal-usul dari orang sasak namun saya tidak tertarik untuk menyelidiki secara mendalam karena saya akan bicara ”Tentang Lombok Sepengetahuan Saya” Lombok sendiri sama dengan di daerah lain di nusantara memiliki kasta kasta yang secara fiodal merupakan garis-garis keturunan kerajaan yang pernah ada di Lombok diantaranya kerajaan Selaparang, Sandubaya, Pejanggik dan Langko ciri ciri dari lapisan masyarakat kelas ini bisa kita lihat dari nama depan seperti sebutan Lalu untuk orang laki dan Baiq untuk orang perempuan adapun yang terdapat dibagian Lombok utara untuk identitas tersebut untuk hal yang sama dengan menggunakan nama depan Datu untuk orang Laki laki dan Dende untuk wanita sehingga dalam lapisan masyarakat lombok terbentuk farian yang dalam tata krama dan adat istiadat yang terpisahkan oleh kasta yang dalam hal ini kasta sangat berpengaruh bagi masyarakat Lombok dalam hal perkawinan maupun pergaulan.

Orang yang berasal dari masyarakat keturunan raja raja di Lombok berbahasa sangat menjaga tutur kata yang sangat sopan, menempatkan orang tua atau orang yang umurnya lebih tua harus lebih dihargai dgn tidak berbicara dengan nada yang tinggi, menggunakan kata kamu kepada siapapun sangat pantang atau tidak sopan sekalipun pada bayi yang baru keluar dari rahim ibunya, untuk lapisan masarakat biasa dalam tutur kata sehari-harinya menggunakan kata kamu terhadap teman bermain itu dianggap biasa hanya yang paling mencolok dalam etika orang Lombok sangat pantang menujuk dengan tangan kiri, apabila anda melihat orang sesama orang Lombok menujuk-nunjuk dengan tangan kiri sambil bicara itu bisa dipastikan orang tersebut dalam keadaan sedang marah besar atau kemungkinan lagi bertengkar, ketika orang Lombok sedang menunjuk nunjuk dengan tangan kiri itu tandanya lagi menghina orang, termasuk juga saat memberi atau menerima sesuatu dengan tangan kiri sangat dianggap tidak sopan ini berlaku untuk seluruh orang Lombok atau suku sasak, ada pengecualian bisa dengan menggunakan tangan kiri jika tangan kanan dalam keadaan sakit yang tidak bisa di gerakkan itupun harus mengungkapkan kata ”Tabek” atau permisi, tapi tidak berlaku bagi orang yang berasal dari luar Lombok atau bukan orang Lombok, tetap akan dianggap maklum (tapi tetap dengan perasaan hati yang tidak menyenangkan).

Di desa-desa terpencil (di luar kota Mataram) atau sebagian kecil juga di kota, memanggil orang dengan menyebut nama aslinya dikala orang itu sudah berkeluarga dan mempunyai anak dianggap tidak sopan umpamanya seseorang bernama Karim dan anak nya yang tertua bernama Bunga maka secara sopan Karim harus dipanggil Amaq Bunga bukan Amaq Karim atau pak Karim jadi harus dipanggil bapak Bunga yang pasti terdengar janggal, jadi suatu saat bila anda berada di Lombok atau menetap di Lombok jangan kaget atau heran mendengar seorang bapak dipanggil pak Rina, itu artinya bapak tersebut mempunyai anak sulung bernama Rina jadi baik ibu ataupun bapaknya akan dipanggil dengan nama anak sulungnya beda halnya dengan orang di jawa bila seorang dipanggil bu Arman itu artinya wanita tersebut mempunyai suami bernama Arman tapi kalau di Lombok itu artinya wanita tersebut mempunyai anak sulung yang bernama Arman.

Di Lombok orang yang bukan dari kalangan bangsawan atau keturunan dari kerajaan biasa sangat bermasalah untuk menyunting gadis dari kalangan bangsawan bahkan bisa dibilang tidak akan pernah direstui untuk menikah dengan orang yang tidak berkasta sehingga hal ini mempengaruhi adat perkawinan di Lombok yaitu kawin lari atau di curi, bagi yang memegang keras fiodalisme anak gadis dari keturunan ini akan tidak diakui sebagai bagian dari keluarga dalam istilah sasak yaitu “beteteh” atau dibuang dari lingkungan keluarga bahkan sampai kapanpun anak keturunan ini tidak akan pernah diakui tapi seiring zaman yang semakin modern fiodalisme pada masyarakat Lombok sudah sedikit demi sedikit tergeser walaupun sampai saat ini masih ada tapi tidak terlalu extrime seperti zaman 50 tahun yang lalu bila terjadi perkawinan antara masyarakat biasa dan masyarakat dari garis keturunan kerajaan ini sedikit lebih njelimet kata orang Jawa atau lebih sulit karena banyak persyaratan persyaratan yang harus dipenuhi dan dengan proses perkawinan yang panjang lebar dengan biaya yang tinggi sepertihalnya yang terjadi di keraton-keraton di pulau Jawa tapi kini orang Lombok sebagian sudah berpandangan nasional semua diukur dari pandangan yang rasional, banyak dari kalangan kalangan orang biasa yang bersekolah tinggi, banyak orang dari kalangan biasa yang sukses, banyak orang dari kalangan biasa yang lebih maju, lebih pinter seperti halnya saya ini he he heee…!!! menganggap fiodalisme hanyalah cerita masa lalu yang sudah buram.