+6281-803-700274 +6285-339-331991 supardani@guidelombok.com Booking Now
Taman Udayana

Lokasi Libur Akhir Pekan Warga Kota Mataram

Bagi warga kota pendatang baru atau yang sedang berwisata di Lombok mungkin sedang bingung mau harus kemana untuk mengisi liburan akhir pekan, selain harus mengunjungi tempat tempat yang sudah populer seperti pantai Senggigi namun malas karena lumayan jauh dari kota cukup dengan berkendara tidak lebih dari 3 km bisa anda kunjungi :

Taman Udayana

Berlokasi di jalan Udayana yang menghubungkan ujung timur jalan Langko ke arah jalan Adi sucipto akses menuju ke bandara Lama yang sekarang sudah dipindah ke jalan Tanak Awu Kabupaten Lombok Tengah, jalan Udayana tidak terlalu panjang dari ujung selatan sampai ujung utara Lurus tak sedikitpun ada tikungan dengan jalan dua jalu yang terpisahkan oleh median jalan yang ditata dengan tanaman bunga lebat dan subur karena pihak dari pertamanan kota Matarm sangat intent mengontrol bunga -bunga ini dengan cara disiram sangat rutin dengan mobil tangki air milik pertamanan kota Mataram  hanya dengan panjang 1 km saja.

Adapun bangunan-bangunan penting yang ada di jalan Udayana berada di bagian selatan diantaranya terdapat bangunan Bank Indonesia di timur Jalan dan di seberangnya terdapat bangunan Masjid Islamik Center yang cukup megah dan mencolok dengan tinggi menara hampir 100 meter dan luas halaman yang mendominasi lahan sekitarnya, selain itu ada beberapa bangunan Kantor Imigrasi Mataram, Hotel Green Madani, Kantor DPRD Profinsi NTB, kantor Departemen pariwisata Kota, kantor departemen Agama. Selain itu ada Jembatan kali Jangkuk ke arah utara yang merupakan inti dari Taman Udayana dan masih terdapat bangunan kantor BPK dan bangunan SMP N 6 Mataram. Jalan Udayana secra kontras membelah beberapa kelurahan hingga dari setiap kelurahan menganggap Taman Udayana sebagai poros tempat bertemunya orang-orang untuk melakukan kegiatan berolah raga dan bersantai.

Selain itu di Taman Udayana terdapat monumen Bumi Gora sebagai sebutan julukan provinsi NTB atas keberhasilan swasembada beras yang merupakan monumen batu yang dipagari Rantai pada posisi ketinggian 5 meter dengan dinding dihiasi ukiran relive wajah masyarakat NTB, pada hari minggu ada waktu untuk car free day hingga pukul 10:00 am banyak pedagang dadakan berexperimen di lokasi ini mengharapkan para pengunjung yang datang berolahraga atau bersantai ada yang tertarik buat dengan barang barang yang di jajakan tidak terkecuali para pedagang apa saja boleh berjualan di sini, ada juga arena bermain untuk anak-anak di dekat jembatan sisi barat di bawah pohon rindang dan juga di situ di sediakan taman Membaca dan ada lokasi tempat olahraga yang sudah diberikan fasilitas tempatnya tidak jauh dari lokasi kantor BPK.

Adapun aktifitas pengunjung pada malam hari sangat padat di jalan udayana terutama pada hari Minggu orang-orang berdatangan dari segala penjuru terutama didomominasi oleh para kaum muda terutama yang masih status pacaran, heheheheee… yang jomblo juga ada sih nyari-nyari keberuntungan di lokasi ini yang dipenuhi para pedagang kuliner sepanjang pinggir jalan dan suasana kendaraan parkir membuat ruas jalan menjadi sempit hingga bila berkendara di lokasi ini mesti berhati-hati karena suasananya sangat ramai sekali. Jika ada pengunjung yang suka dengan karauke bisa anda kunjungi di ujung utara jalan ini sisi timur bagi yang suka live music ada di bagian tengah sisi timur jalan ini, jika membawa anak-anak ada lokasi tempat bermain rona-rona untuk anak yang pasti banyak lagi yang lainnya.

Malam Jumat ada rehat untuk tidak berjualan apa saja karena kuota lampu untuk penerangan bagi yang berjualan di sini tidak dinyalakan oleh PLN terkecuali semua lampu penerang jalan tetap hidup seperti semula, taman Udayana juga memiliki satgas yang bertugas mengawasi kebersihan taman dan mengawasi orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mau merusak tanaman atau taman karena masih ada tangan-tangan yang usil maupun mencuri apa saja yang bisa dijadikan uang seperti besi-besi pagar stinlis atau lainnya, karena ada juga pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu dengan penerangan di taman karena ada oknum-oknum yang bertransaksi kotor atau melakukan hal-hal yang menyangkut asusila.

Taman Sangkareang

Taman Sangkareang terletak di jantung ibu kota Mataram karena lokasinya bersebelahan dengan kantor walikota Mataram juga merupakan bagian dari alun-alun kota Mataram yang sering dipergunakan  untuk hajatan umum seperti konser musik, pawai akbar, expo, tempat berkompanye saat musim pemilu, dulu sebelumnya tempat pertandingan sepak bola tapi kini sudah tidak diperbolehkan lagi mengingat arus lalu lintas yang mengapit lapanagan ini sudah sangat padat nah bagian sisi utara dari lapangan ini sekarang dijadikan taman bermain yang dipergunakan bagi warga kota yang ingin bersantai maupun berolahraga juga di pojok utara ada bangunan untuk taman bacaan.

Lokasi ini dulu sangat mencolok karena benar-benar berada di jantung kota Mataram sebelumnya di sebelah utara terdapat Kodam Udayana tapi kini sudah dipindah ke wilaya selatan karena lokasinya sudah dianggap terlalu kecil juga berdampingan dengan bank BPD di sebelah baratnya, sebelah barat alun-alun terdapat kantor PM ( Molisi Militer ) sisanya pemukim minoritas yang beragama hindu karena lokasinya dianggap terlindung karena tidak jauh dari aparat keamanan tapi itu anggapan dulu kalau sekarang sudah tidak ada masalah dengan keberagaman. Di sisi timur terdapat kantor wali kota Mataram dan di sisi selatan berjejer caffe dan hotel termasuk City Hotel.

Pada malam hari taman sangkareang sangat ramai dikunjungi masyarakat kota sama halnya seperti taman Udayana, di sisi barat alun-alun banyak juga pedagang kuliner berjejer dengan banyak menawarkan konsep makanan bersantai mulai dari makanan sejenis martabak, burger, bakso, sate bulayak dan lain-lainnya termasuk juga beraneka ragam minuman tapi sedikit bising jika ada ritual keagamaan karena didominasi dengan suara gamelan. trotoar-trotoar yang sore hari dijadikan tempat joging malam harinya digelar tikar untuk bersantai menikmati kuliner, tempat parkir motor bisa langsung masuk ke dalam area alun-alun jika di pinggir jalan terlalu penuh.

Taman Malomba

Lokasi Taman Malomba masuk ke dalam wilayah kecamatan Ampenen, sebelumnya istilah Malomba ditujukan kepada lapangan Malomba milik otoritas angkatan laut atau TNI AL yang dari dulu dipagari tembok keliling yang sering diguakan untuk pertunjukan acara musik, lawak, sulap, sirkus dan lain-lain hingga sampai saat ini masih ada lokasi loket untuk pembelian tiket tapi untuk saat-saat ini sudah jarang digunakan seperti dulu.

Lokasi taman Malomba berada pada kerucut pertemuan jalan Majapahit dan jalan Langko jadi lokasi bersantai ini sangat kecil hingga untuk parkir pun menggunakan badan jalan tapi untungnya badan jalan ini cukup besar hingga tidak sampai membuat lalu lintas macet meskipun trotoar dijadikan lapak tempat duduk dan rombong pedagang dipinggir jalan, masih ada ruas-ruas di tengah halaman yang masih bisa dipakai duduk bersantai.