+6281-803-700274 +6285-339-331991 supardani@guidelombok.com Booking Now
Mawi (3)

Pantai Mawi Lombok

Sebelum tiba di pantai Mawi bisa kita lihat pantai Selong Belanak di sebelahnya.

Untuk melukiskan dengan kata-kata Pantai Mawi adalah pantai yang tidak kalah indah dengan pantai lainnya yang berjejer di sepanjang pesisir pantai Lombok Selatan yang terukir oleh bongkahan batu-batu lepas bagaikan tersusun rapi di pojok-pojok dinding tebing yang tersapu oleh ombak pantai Mawi, selain itu banyak bebatuan lepas dengan ukuran seperti batu untuk pondasi batu kali yang bertebaran menggantikan posisi pasir putih di bawah tebing sementara pasir putih lebih bersahabat bergaul dengan deburan ombak. Di sisi lain dari kejauhan masih terlihat bebatuan bagaikan batu-batu candi yang roboh yang secara terus-menerus terdorong ombak ke arah tepi namun ombak tak kuasa untuk mendorongnya, hanya gulungan ombak terlihat pecah berserakan, ombak pun terlihat bertumpang-tumpang menepi mengukir indahnya pantai Mawi dengan air laut yang berwarna biru sungguh ciptaan Tuhan sangat indah, sebuah anugerah yang telah diberikan untuk pulau Lombok.

Keunikan pantai Mawi ada bagian berbatuan seperti layaknya di sungai

Pantai ini masih bertetangga dengan pantai Selong Belanak di sebelah barat hingga bukit yang di tengah lautan di panatai Selong Belanak masih bisa kita lihat dari pantai Mawi, di sebelah timur ada panatai Semeti sangat dekat sekali hanaya terpisahkan oleh tebing yang mencorok ke lautan, akses antara 3 panatai tersebut masih bisa di tempuh dengan kendaraan sepeda motor, menggunakan mobil juga bisa tapi tidak saya sarankan karena medannya sangat berat apalagi setelah medannya terkena guyuran air hujan maka jalan akan menjadi sangat licin sekali hingga kendaraan roda empat sering terjebak dan terlihat berusaha untuk keluar dari medan ini bagaikan belut di atas lumpur.

Pantai Semeti tidak jauh dari pantai Mawi hanya kisaran 1 km sebelah kiri akses masuk dengan gerbang yang sama.

Pantai Mawi tidak begitu dikenal oleh wisatawan lokal karena kurangnya informasi dan tidak ada travel agent yang menjual paket tour ke lokasi ini hanya banyak bloger-bloger asing yang suka surfing menulis tentang lokasi ini hingga lokasi ini tidak asing bagi mereka apalagi dari jalan utama untuk menuju lokasi ini sangat transparant tertulis hal-hal yang berkaitan dengan surfing atau berselancar, di lokasi pantai Mawi belum ada akomodasi penginapan yang di bangun hanya ada semacam warung berdinding anyaman Bambu yang menjual sejenis minuman kaleng, just dan minuman kelapa muda yang ada di lokasi pantai kebanyakan para tamu bule ( surfer ) berdatangan dari arah kawasan pantai Kuta Lombok.

Pantai Mawi terkurung di teluk yang kecil hingga ombak tidak terlalu keras menghempas

Untuk menuju lokasi ini dari jalan utama belum ada pekerasan jalan hanya ada beberapa jalan bekas aspal namun sudah hancur karena menggunakan jenis pekerasan aspal biasa, setelah masuk kira kira 500 meter ada pos penjagaan untuk penarikan tiket masuk setelah itu harus berhati-hati dengan medan lokasi ini jika musim kering jalan akan bergelombang cukup dalam dengan jarak 2 sampai 3 meter sehingga jika menggunakan kendaraan sepeda motor saya saran kan untuk berdiri sambil mengendrai nya tapi tetap pelan-pelan dan hati-hatai ya.

Jalur ke pantai Mawi saat musim hujan

Lalu bagaimana jika datang saat musim hujan ke lokasi ini ? saya saran kan jangan masuk melewati medan ini saya sudah beberapa kali mencoba masuk saat musim hujan sungguh sengsara dan akan membuat kita akan setress dengan penyesalan yang sama namun mengapa saat itu kami sedang membawa tamu lokal dari Bandung yang memang high light tournya adalah ingin mengunjungi pantai Semeti karena masih menggunakan jalur yang sama dengan mengunjungi pantai Mawi hal ini membuat kami ingin memaksakan untuk mengunjungi pantai Semeti namun pada akhirnya kami terjebak masuk kedalam lumpur yang licin hingga membuat wisatawan yang kami bawa merasa setress bahkan salah satu ( suaminya ) ikut membantu mendorong mobil karena mobil tidak bisa laju hanya rodea belakang yang berputar-putara memercikkan lumpur.