+6281-803-700274 +6285-339-331991 supardani@guidelombok.com Booking Now
Senggigi View

Pantai Senggigi Dan Sekitarnya

Jika kita ingin berbicara tentang pariwisata Lombok awal dari dikenalnya pariwisata Lombok adalah, dimulai dari pantai Senggigi, pantai ini jauh sebelumnya lebih dulu ditata untuk tujuan pariwisata  dari pada tempat tempat pariwisata di tempat lainnya bisa dikatakan pantai Senggigi yang dulunya paling ramai dikunjungi wisatawan manca negara namun setelah berkembangnya tempat – tempat pariwisata di tempat lain di Lombok maka saat ini pantai Senggigi kalah bersaing dengan tempat wisata lain khususnya gili Trawangan yang kini paling banyak mengundang wisatawan manca negara untuk datang ke Lombok, di buktikan dengan banyaknya agen-agen kapal cepat atau fast boat yang datang menumpah penumpang di pulau yang terdiri dari 3 gili yaitu gili Trawangan, gili Meno dan gili Air yang berlokasi di kabupaten Lombok utara.

Wisatawan asing yang sedang menunggu fast boat berlabuh di gili Trawangan.

Mungkin karea pantai senggigi berjarak terlalu dekat dengan kota Mataram (15 km) Sehingga banyak penduduk kota Mataram yang dengan mudah datang bergerombol meramaikan kawasan Senggigi yang membuat pengunjung asing kurang merasa nyaman untuk menghabiskan waktu berliburnya di kawasan Senggigi tapi berbicara soal akomodasi hotel kawasan pantai Senggigi menawarkan pilihan pilihan resort berkelas yang terdiri dari hotel – hotel high buttget berbintang lima, private villa, hotel berbintang tiga, bungalow hingga penginapan sekelas melati dengan kata lain penginapan di Senggigi paling berkelas dibanding tempat – tempat pariwisata lain di Lombok. Sampai saat ini pantai Senggigi sudah banyak perubahan dari keadaan sebelumnya karena banyak pengunjung lokal yang datang berkunjung ke pantai Senggigi hingga memancing para pedagang – pedagang kampung untuk membuka lapak di pinggir pantai yang membuat pemandangan pantai rusak oleh atap – atap terpal para pedagang tapi jangan berkecil hati untuk mengunjungi kawasan Senggigi karena tidak jauh dari kawasan Senggigi masih menawarkan tempat – tempat indah, anda bisa menginap di Senggigi tapi bisa mengorganize perjalanan wisata anda untuk menuju tempat tempat yang indah di pulau Lombok termasuk bisa mengunjungi 3 gili,  pantai Kuta, rumah adat sasak, pantai pink, pantai Selong belanak dan lain-lain.

Jalur menuju pantai Senggigi dan batas kota Mataram

Bicara soal pantai Senggigi saja sepertinya kita berbicara terlalu sempit karena mengingat banyak hal yang perlu kita harus tahu tentang tetangga pantai Senggigi karena akan lebih banyak memberikan kombinasi dari pada objek bicara tentang pantai Senggigi, bila kita berkendara dari arah kota Mataram menuju pantai Senggigi ada beberapa titik point penting dari perjalanan wisata anda yang harus anda lalui sambil menelusuri jalan aspal yang kini sudah halus dan licin untuk digilas oleh roda-roda kendaraan pariwisata karena memang pemerintah kabupaten Lombok Barat sangat memberi prioritas yang lebih untuk akses jalan ini hingga berakhir di perempatan kecamatan Pemenang kabupaten Lombok Utara, saat anda memasuki kota Ampenan jalan sudah mulai lebar dengan pemandangan bangunan – bangunan yang didominasi oleh berjejernya ruko-ruko dan toko oleh-oleh khas Lombok di pinggir jalan hingga sampai di kecamatan Batu Layar, selain itu ada beberapa hotel bintang satu, bungalow, homestay dan beberapa restouran ikut menghiasi jalur yang halus dan licin ini.

Gardu Pandang makam Batu Layar 5 km sebelum tiba di kawasan pantai Senggigi.

Sebelum sampai kawasan paqntai Senggigi ada beberapa objek yang layak untuk membuat anda harus untuk berhenti, salah satunya adalah ada view point yang terletak di kawasan Batu Layar persis pada sebuah tikungan tajam namun badan jalan diberi lebar hingga sangat aman untuk berkendara dengan posisi berbelok di lokasi ini, pada posisi ujung dari tebing persis pada belokan yang di atasnya terdapat makam dari seorang penyebar agama islam yang datang ke Lombok yang menjadi satu dengan beberapa kuburan masyarakat sekitar. Dari lokasi ini anda bisa mendapatkan pemandangan untuk mengambil foto ke arah tanjung yang ada pada pantai Senggigi dan pada arah sebaliknya anda bisa mengambil foto pesisir pantai yang berujung di kota Ampenan selain itu juga tempat ini sering digunakan oleh para pengendara sepeda motor untuk berteduh karena panas atau kehujanan karena lokasi yang sudah diberi atap dan berlantai keramik ini cukup untuk menampung ratusan orang dan tidak jauh dari sini ada tempat para pedagang makanan ringan dan minuman kaleng bagi yang kebetulan ingin bersantai sambil menikmati suasana yang asri.

Pura Batu Bolong dari arah pantai

Selanjutnya kita bergeser menuju pura Batu bolong kira – kira 2 km sebelum memasuki kawasan Senggigi bagi yang suka dengan sejarah silahkan bisa masuk ke kawasan pura dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 tapi untuk wanita yang sedang mengalami haid atau menstruasi dilarang keras untuk memasuki kawasan pura Batu bolong karena pada pintu masuk suda ada terdapat tulisan larangan, pura ini dinamakan Batu Bolong karena terdapat pada atas tebing yang dibawahnya ada bagian cadas yang bolong tergerus ombak hingga bolong dan memberikan suatu keunikan bagi yang suka dengan fotografi terutama suasana terlihat asri saat menjelang senja. selanjutnya bergeser 1 km persis di gerbang memasuki kawasan Senggigi terdapat tanjakan yang badan jalannya cukup lebar juga tapi sayang kalau untuk kendaraan roda 4 dilarang untuk berhenti di sini karena bahu jalan sangat sempit kecuali bagi yang menggunakan sepeda motor masih bisalah untuk jumlah yang tidak lebih dari 10 unit, disini persis di bawahnya terdapat caffe Alberto milik dari orang Itali yang sudah hampir 20 tahunan sudah ada di lokasi ini dari sini juga lumayan bagus untuk tempat bersantai dan mengambil gambar terutama ke arah bawah yang nampak di pinggir pantai para tamu dari caffe Alberto sangat menghiasi pemandangan karena tempat tersebut memiliki hamparan pantai yang cukup luas dan sering kita lihat para tamu – tamu restourant bersantai di atas meja makan menikmati hidangan disaat menjelang senja.

Sepanjang kawasan Senggigi badan jalan cukup lebar untuk dilalui oleh bus-bus pariwisata.

Begitu tiba di kawasan Senggigi nuansa touristik sudah menyambut hangat kedatangan anda, tempat penukaran uang asing sudah menyapa dengan tulisan – tulisan nilai tukar uang di depan tokonya, Graha beach restourant sudah memancing para pelanggan dengan gambar ikan kakap yang terbuat dari ukiran kayu dan sebelah kanannya terdapat hotel dan lokasi tempat receptionist, Marina bar sebelah kanan jalan dan sebeh kiri terdapat hotelnya di pinggir pantai, Bukit Senggigi hotel terdapat di sebelah kanan jalan persis di atas bukit, mascot hotel berada pada lorong jalan menuju pantai utama Senggigi dan satu arah dengan jalan menju Kila hotel yang berada persis di tanjung panatai Senggigi, terdapat konter – konter informasi dan tiketting selain itu berjejer caffe – caffe sepanjang jalan hingga berujung pada sebuah caffe yang cukup terkenal yaitu “Happy Caffe” karena suasana tempat ini sedikit lebih luas dibanding dengan tempat yang lainnya selain itu caffe ini menyuguhkan life musik dengan irama dan lagu – lagu barat, Central in hotel sebelah kiri jalan persis di pinggir jalan utama yang pemiliknya warga dari keturunan Cina yang beristrikan orang Lombok yaitu pak Akok.

Pak Akok juga memiliki Blue Coral dive yang kantornya tidak jauh dari lokasi hotel Central in, pak Akok juga dikenal sebagai pecinta motor cross dan beliau juga dikenal sebagai atlit crosser Lombok pada era tahun 80an, di seberang jalan nampak artshop dan banyak konter informasi berjejer di sekitarnya, bangunan Taman Restourant yang sedikit lebih transparant karena berarsitektur uniq dan bertingkat ini cukup menghiasi suasana di pusat kawasan Senggigi selanjutnya nampak sebuah resort hotel “The Santosa” yang dulu sebelumnya bernama Intan Laguna juga termasuk hotel pionir yang berada di kawasan Senggigi yang memiliki kolam renang yang cukup luas berada di belakang hotel yang langsung mepet ke pinggir pantai, setelahnya terlihat kantor pos dan beberapa mini market di seberang kanan, sebelum tikungan dekat jembatan kecil terdapat bank BNI berjejer dengan caffe-caffe kecil, art shop, dan mini market, sebelah kiri lagi terdapat agent property untuk wilayah Lombok.

Hotel Sheraton dan hotel Puri Bunga tampak samar tertutupi oleh daun pohon

Di sebelah kanan restourant bertingkat pemiliknya orang Jerman yang sudah sangat fasih berbahasa Indonesia karena pernah bersuamikan orang lokal Lombok “ASMARA restourant” termasuk sudah lama berkecimpung di area Senggigi, setelah itu sebelah kiri jalan terdapat lokasi pasar seni tapi hanya 50% yang menjual barang – barang seni selain itu sudah menjadi restourant yang bagian pinggir pantai dan di seberangnya terdapat hotel “Puri Bunga” yang konsep kamarnya seperti bungalow terpisah berjejer ke atas lereng bukit hingga ke ketinggian 100 m dan terdapat kolam renang dan restourant di bawahnya, setelah itu ada pos polisi persis di pojok pasar seni dan disampingnya terdapat hotel bintang lima yaitu Sheraton resort yang berseberangan dengan hotel “Mana Kebun” juga berbintang lima dengan konsep kebun masuk ke dalam dari jalan raya dan sebelahnya terdapat kantor TELKOM yang merupakan batas wilayah area Senggigi.

View point pantai Senggigi dari atas tebing tidak jauh dari hotel Sheraton

Di atas tebing persis dibawahnya terdapat Sheraton resort hotel merupakan view point untuk melihat pantai Senggigi dari kejauhan juga sering dijadikan zona kawasan para armada taksi untuk menunggu penumpang nah di sini saat malam sering dijadikan tempat tongkrongan oleh warga kota Mataram selain itu banyak pedagang jagung bakar menanti kedatangan para warga yang lagi mau bersantai pada malam harinya tapi pada siang hari tempat ini harus kosong dari unsur bangku,meja dan rombong para pedagang karena sudah ada himbauan dari pihak pengelola, hanya berselang dengan sebuah hotel yang baru di bangun di kawasan lereng yang berujung di pantai dari tempat tersebut sebelum hotel Pasific juga terdapat para pedagang yang sama sejenis tapi lebih menonjolkan menjual kelapa muda yang di jual seharga Rp 12.000/ buah dan disajikan dalam siap minum, saat sore sangat bagus buat tempat menunggu matahari terbenam lokasi ini sudah masuk kedalam wilayah desa Kerandangan ada juga terdapat hotel yang sudah lama selain hotel Pasific sebelahnya terdapat hotel Puri Saron di seberangnya caffe Bayan dan disampingnya hotel Coconut yang berada di atas bukit juga terdapat kolam renang bertengger di atas bukit, tidak jauh dari sini ada hotel Svarga yang baru kurang satu tahun beroperasi dengan konsep bangunan yang lebih modern.

View dari lokasi villa yang terbengkalai “Villa Hantu”

Selanjutnya menuju ke arah Utara anda akan memasuki wilayah desa Mangsit yang terdapat hotel, Alang – alang, Puri Mas boutiqe, Kunci villa dan Holiday Inn resort, selanjutnya kita akan memasuki wilayah desa Klui yang masuk kedalam wilayah kabupaten Lombok Utara di sini terdapat satu hotel berbintang yaitu Jeva Klui yang baru baru ini memperluas huniannya ke samping utara hotel dan setelahnya sudah jarang ada bangunan hanya merupakan kebun kelapa yang dibawahnya ditumbuhi rumput hijau dan nampak pantai tidak jauh dari tempat itu, selanjutnya setelah beberapa tikungan menanjak dan terdapat bangunan bangunan hotel yang sedang dalam proses pengerjaan di bawah tebing di antaranya Villa Hantu sebuah bangunan yang belum selesai pengerjaaan namun tempat ini sering di kunjungi oleh orang – orang untuk tempat selfy berfoto ke atas bangunan karena diakui tempat ini memiliki view yang sangat bagus karena dari sini anda bisa melihat garis pantai yang sangat mempesona yang dihiasi ribuan pohon kelapa.

View point bukit Malimbu

Setelah itu kita bergeser ke arah utara 300 m dengan jalan sedikit naik menanjak disini kita akan melihat relling besi berwarna biru dengan badan jalan yang cukup luas dan terdapat pemandangan yang menakjubkan yang sering di sebut – sebut pantai Malimbu dari sini pulau gili Trawangan sudah terlihat nampak indah menghiasi lautan sementara 2 gili lainnya masih tidak terlihat karena masih terhalang oleh tanjung yang menjorok pada sebuah hotel “Puri Malimbu” tidak jauh dari view point ini di pinggir jalan yang menurun dibawahnya terdapat tebing yang cukup curam disini terdapat bilik – bilik tempat beristirahat tapi milik para pedagang kuliner masakan ikan laut, kondisi ruas jalan di sekitar ini memiliki kontur jalan yang menurun dan mendaki tajam tapi lebar jalan sangat mendukung untuk kenyamanan berlalu lintas.

Kuliner ikan bakar di pantai Nipah

Selanjutnya kita teruskan ke arah utara persis diatas tanjakan yang langsung menikung tajam terdapat hotel Puri Malimbu dan dibawahnya terdapat pemandangan teluk Nipah yang dihiasi tebing bukit yang dirimbuni pohon kelapa atau disebut juga bukit Malimbu, kita turun dari gerbang hotel Puri Malimbu menuju teluk Nipah kita akan disambut dengan suasana kuliner ikan bakar yang berjejer di pinggir jalan sebelah kiri, namun jika pengunjung ingin menikmati kuliner dengan suasana pantai perhatikan ada jalur tanah menuju teluk Nipah, mobilpun bisa masuk ke arah pantai, nah di sini lokasi hidangan kuliner ikan bakar bisa anda sajikan dengan harga setandar lah, tidak mahal sekitar Rp 45.000 untuk ikan yang cukup besar dan dihidangkan di atas paruga sambil menikmati suasana pantai, asik kan ? Jika setelah makan siang di lokasi ini bisa menyewa kano untuk bermain anak-anak di pinggir pantai yang nyaris tidak berombak ini tapi lain halnya jika musim angin barulah ada ombak di pantai ini.

Teluk Nipah dari atas bukit Malaka

Next point selanjutnya kita lihat ujung tebing di sebelah kanan atas kita kan menuju ke sana yaitu view point pantai Malaka kira-kira 400 meter berkendara motor, dari lokasi ini kita akan melihat tiga gili berjejer menghiasi lautan dan yang paling nampoak adalah gili Trawangan selain paling besar juga hanya gili Trawangan yang memiliki bukit, kemudian di tengah terapit dan yang paling kecil yaitu gili Meno dan kemudian yang paling pinggir dekat dengan daratan yaitu gili Air, dari pantai malaka ini anda bisa berpuas-puas untuk mengarahkan bidikan kamera ke segala penjuru dan jangan lupa turun ada lorong kecil di atas tebing untuk turun ke arah pantai tapi anda tidakn akan menemukan pantai sih tapi yang akan anda temukan adalah pemandangan yang bagus ke arah teluk Nipah dan ke arah gunung Agung di Bali jika cuaca cerah baik itu siang, pagi maupun sore.

Turun dari bukit Malaka sedikit anda akan menjumpai objek yang satu ini

Selanjutnya dari bukit Malaka hanya turun beberapa ratus meter saja masih ada akan kita jumpai objek yang bagus untuk berfoto dengan menapakkan air laut yang jernih dan konstruksi jalan yang cukup bagus berkelok-kelok berputar menyusuri garis pantai yang indah dan penuh pesona, jangan malas untuk berhenti ya karena Lombok itu jauh dan sayang untuk dilewatkan titik-titik keindahannya jadi walaupun baru saja naik mobil kemudian harus parkir lagi apa lagi tadi sudah turun berpanas-panas sepertinya kalau lanjut berkendara akan sangat asik tapi sayang nanti setelah sampai di kota tempat anda tinggal baru anda akan menyesal jika kenapa tidak mau turun untuk mengambil gambar, sementara rekanan anda yang pernah ke Lombok menunjukkan fotonya di mana tempat itu pernah anda lewati namun sayang waktu itu anda malas untuk turun dari kendaraan.

Nampak bukit Malimbu dari dusun Setangi di saat musim Kering.

Masih tidak jauh dari sini, kita akan menuju pantai Mentigi, rupa tak sama tapi keindahannya tak jauh beda, pesisir pantai di sekitar jalur ini sepertinya tak akan pernah membuat mata terpejam terkecuali anda kebetulan sudah tidur dari tadi sebelumnya, pantai yang berliuk-liuk jernih ini selalu tebar pesona di hadapan anda ketika anda nerada di dalam mobil atau motor juga asalkan selalu fokus lihat jalan ya, di lokasi ini memang tergolong sepi kendaraan melintas tapi kalau tidak fokus tetep saja sepeda motor anda akan cari selokan. Di lereng bukit terdapat hotel resort yang kamar nya berjejer ke arah atas juga ada pelayanan Spa di hotel ini, saya lupa nama hotelnya tapi jika saya ingat nanti akan saya up date lagi ya, tapi setelah dari sini pemandangan pantai akan tertutupi oleh pepohonan juga kita akan melintasi perkampungan Setangi dan masih bisa kita lihat pelabuhan Teluq Nara, tampak jelas boat dan perahu berserakan tak terkecuali juga macam-macam jenis kapal cepat parkir di lokasi ini.